Rabu, 28 Desember 2011

Kisah Seorang Gaptek menjadi Internet Marketing

Kisah Sukses Seorang Gaptek Menjadi Internet Marketer
Awalnya saya kenal dunia marketing via internet dari sebuah artikel mengenai sosok Anne Ahira yang menjadi pioneer internet marketing di Indonesia melalui Asian Brain. Saya banyak belajar dari dia mengenai seluk beluk dunia marketing via internet. Melalui tulisan – tulisannya, saya banyak belajar dari dia. Saya baca semua yang dia ajarkan. Saya jadi tahu bahwa dunia marketing ternyata menyimpan sebuah potensi yang besar, karena dalam hidup ini kita juga menjalankan marketing baik langsung maupun tidak langsung. Bidang marketing yang dulu saya benci sekarang malah sangat saya sukai. Akan tetapi saya tidak bisa menyimpan semua tulisan yang dia ajarkan karena saya masih belajar menggunakan internet dari sebuah warnet di daerah saya. Setiap saya ingin belajar di asian brain saya harus ke warnet, karena hanya itu sarana yang bisa saya gunakan. Saya tidak punya komputer apalagi laptop yang kebanyakan dipunyai oleh seorang internet marketing. Tetapi saya tidak menyerah, saya tetap terus belajar, karena tujuan saya ingin sukses seperti orang – orang yang telah lebih dahulu sukses di dunia internet marketing. Saya ikuti jejak mereka, bagaimana langkah dan cara mereka mencapai kesuksesan.

Selain itu saya juga baca artikel tentang pendapat para ahli dunia.
Ini pendapat mereka :
Paul Zane Pilzer, penasehat ekonomi II Amerika untuk presiden George W. Bush:
“Salah satu bentuk distribusi baru di masa yang akan datang yang akan menjadi trend dan meledak di seluruh dunia adalah multi-level marketing.”

Stephen R. Covey, penulis buku terlaris di dunia “7 Habits of Highly Effective People”:
“Multi-level marketing adalah bisnis yang dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang latar belakang dan membuat setiap orang yang mengerjakannya dapat menjadi berpikir besar menuju impiannya masing-masing secara terarah.”

Robert T. Kiyosaki, seorang pengusaha yang amit-amit kayanya dan penulis banyak buku terlaris di dunia
“Rich Dad Poor Dad”, “The Cashflow Quadrant”, “Guide To Investing”, “Business School”, “Retire Young Retire Rich”, dan lain-lain:
“Jika anda ingin berpindah ke kuadran kanan (kebebasan finansial), maka tempat yang tepat untuk memasukinya adalah multi-level marketing.”

Majalah Warta Bisnis menuliskan:
“Urutan 1-7 pemasar terkaya di Indonesia adalah orang-orang multi-level marketing.”
“Profesi termahal tahun 2010 keatas adalah para pelaku distributor MLM dengan rata-rata penghasilan 100-200 juta per bulan.”

Forbes.com:
“Kurang lebih 20% orang kaya baru muncul dari dunia multi-level marketing.”

Bahkan Donald J. Trump, raja properti dunia merekomendasikan multi-level marketing:

Dari pendapat para ahli dunia di atas, saya berkesimpulan bahwa untuk merubah hidup, kita harus berada di kuadran kanan agar kita mempunyai kebebasan finansial. Berarti mau tidak mau Saya harus masuk ke bisnis multi level marketing (MLM) yang dulu sangat saya benci, maka dari itu saya putuskan untuk bisnis di internet/secara online. Mengapa? Karena MLM itu adalah jaringan, maka yang lebih tepat adalah memakai media internet (jaringan dunia maya) yang tidak bisa terhalang jarak dan waktu, kapan kita mau terserah kita.
Sebelum saya lanjutkan, perkenalkan dulu nama Saya Abdul Azis, biasa dipanggil AZIS tetapi tidak pakai GAGAP meskipun Saya GAGAP Teknologi(GAPTEK).Saya hanyalah karyawan swasta di sebuah pabrik di daerah Tangerang. Saya bukanlah seorang IT,awalnya saya tidak paham dengan internet. Karena untuk memasuki dunia internet mau tidak mau saya harus punya alamat email, saya minta bantuan teman dibuatkan alamat email dan sekaligus buat akun facebook yang sekarang sedang booming. Melalui akun facebook saya bisa punya banyak teman, dan ini adalah peluang yang bagus untuk terus maju dan sukses, dari sekian banyak teman ada yang memberi saya sebuah link peluang bisnis yang bisa menghasilkan jutaan rupiah meski semuanya gratis, mulai dari pendaftarannya sampai media posting iklan yang diberikan hingga 100 buah posting lagi – lagi semuanya gratis. Link bisnis yang diberikan adalah link bisnis gajigratis.com. Dalam link ini semuanya gratis kecuali bonus yang diberikan ternyata benar - benar nyata/riil. 100 posting iklan gratis yang diberikan bisa saya gunakan untuk sarana promosi. Selain posting iklan saya juga dapat gratisan lainnya yang sebenarnya harus di download, akan tetapi saya tidak bisa download karena saya masih menggunakan media warnet yang notabene bukan komputer pribadi. Saya baru bisa posting iklan di berbagai media iklan selain 100 posting iklan tadi. Karena saya belum bisa promosi dengan cara yang lain. Apalagi sebagai karyawan berpenghasilan pas-pasan ketika ingin mendapatkan penghasilan tambahan harus sering – sering berpromosi. Yang saya lakukan adalah ke warnet 1-2 kali seminggu. Karena seringnya posting iklan saya menemukan sebuah media iklan yang bisa menghasilkan jutaan rupiah apabila saya bergabung jadi member yaitu : indoadsnetwork.com, untuk bisa menjadi member saya harus mendaftar/ konfirmasi dengan mengeluarkan sedikit modal yang saya ambil dari bonus saya di gajigratis.com. Lagi- lagi saya hanya bisa posting iklan, belum bisa membuat website apalagi blog. Kemudian dari folder spam email saya, ada sebuah peluang bisnis baru yang lagi launching yaitu : digieclub. Karena rasa penasaran saya yang besar membuat saya ikut daftar,untuk mendapatkan passive income lagi. Tetap saja saya hanya bisa posting iklan free disana sini. Pada beberapa bulan yang lalu saat saya cek email dan folder spam yang ternyata saya menemukan sebuah email yang berisi peluang passive income yang judulnya saja membuat saya ingin daftar  mengikutinya. Peluang bisnis tersebut adalah program5milyar.com, Dalam Program ini saya mendapatkan bonus 7 buah ebook & 1 buah software pengumpul email. Saya download semua ebook dan sofware pengumpul email yang diberikan dan saya simpan dalam flashdisk Saya. Dari sini saya tidak hanya posting iklan tetapi juga kirim link program 5 milyar ke alamat-alamat email yang berhasil saya kumpulkan.Mungkin bagi sebagian dari Anda menilai saya orangnya tidak focus dalam 1 hal. Tetapi saya beranggapan bahwa bisnis online itu berarti bisnis jaringan, maka semakin banyak jaringan yang saya ikuti semakin banyak pula hasil yang didapatkan. Dan ini semua saya lakukan adalah dalam tahap belajar bagaimana menjadi seorang internet marketing yang sukses.
Sampai akhirnya saya mendapatkan sebuah email dari seorang teman yang tidak saya kenal sebelumnya. Dia memperkenalkan kepada saya sebuah bisnis online yang sangat hebat dan dahsyat  di abad ini. Sebuah bisnis online yang sudah berjalan di 62 negara di dunia. Dari Dia saya kenal Vemma, saya coba daftar karena kebetulan pendaftarannya gratis.
Setelah saya daftar, langsung saya masuk ke sebuah website Vemmabuilder.com yang berbahasa Inggris. Alangkah terkejutnya saya setelah daftar, saya mendapatkan email balasan dari vemmabuilder bertubi-tubi, dan mendapatkan Pre Enrolles – Pre Enrolles baru dari berbagai Negara yang berpotensi menjadi member saya berikutnya. Awalnya saya kesulitan karena semua email balasan dari vemmabuilder dalam bahasa Inggris. Kemudian saya bertanya kepada teman yang mengirimkan email, dan saya diminta oleh dia untuk mempelajari panduan menjalankan bisnis vemma secara online di sebuah website vemma Indonesia. Setelah saya pelajari Panduan/langkah-langkah menjalankan bisnis vemma ini selama 1 bulan, akhirnya saya putuskan untuk upgrade menjadi member di vemma. Tapi bagaimana bisa Upgrade sementara Saya tidak punya kartu kredit? Sebagaimana yang telah dituliskan dalam Panduan menjalankan bisnis ini, Saya tetap bisa Upgrade dengan menggunakan virtual credit card (VCC), dan ternyata benar!setelah saya upgrade menjadi member posisi saya mantap menjadi TOP Leader dimana seluruh Pre Enrolles-Pre Enrolles yang diberikan oleh Vemmabuilder langsung berada dibawah saya terkunci. Dari sini peluang passive income dimulai.
Bagaimana cara mempromosikan Vemma?
Segera setelah gabung di vemma saya disupport terus oleh Leader-leader di vemma untuk bisa berpromosi melalui internet dengan email marketing. Di Vemma saya baru bisa belajar membuat website yang sebelumnya sama sekali tidak bisa membuat. Saya diajarkan banyak hal untuk berpromosi, dari membuat iklan di google dan facebook sampai bagaimana membuat downline (Pre Enrolles) kita bisa menjadi sebuah tim yang tangguh.
Saya sangat berterimakasih kepada Leader-leader di Vemma yang telah membantu saya di awal-awal saya bergabung hingga sekarang. Saya bersyukur karena sekarang sudah bisa membuat website dan mempromosikannya. Selanjutnya saya juga belajar membuat blog seperti yang sekarang saya buat. Tanpa bisa membuat website mungkin saya juga kesulitan membuat blog, karena dasar mambuat blog harus bisa membuat website dulu untuk mempermudah promosi, itu yang saya pahami sekarang. Semua yang saya pelajari di Vemma saya simpan dalam memory flashdisk saya. Karena di awal gabung dengan Vemma saya masih memakai cara lama yaitu menggunakan sarana/media warnet yang ada di lingkungan saya. Saya waktu itu masih belum punya computer pribadi apalagi laptop, tapi saya berkeyakinan meskipun melalui warnet kesuksesan akan tercapai apabila kita berusaha mencapai kesuksesan itu.
Kata seorang teman saya di Vemma “Banyak orang tidak menyangka bahwa SUKSES  itu adalah benda mati, tanpa kerja
keras akan mustahil mencapai SUKSES, karena tidak mungkin SUKSES akan berjalan menghampiri kita. “ entah darimana
dia kutip perkataan ini yang jelas kata-kata itu telah memicu saya untuk berusaha lebih giat lagi.
Alhamdulillah setelah menjalankan bisnis vemma selama 2 bulan saya mendapatkan hasil dari kerja keras berpromosi melalui email marketing yang telah diajarkan oleh para Leader Vemma. Saya mendapatkan double bonus yaitu dari Vemma dan vemmabuilder. Bonus dari vemma sebesar $ 40 dan dari vemmabuilder sebesar $ 200 dalam 1 minggu, sangat lumayan untuk ukuran saya sebagai karyawan swasta. Bisa Anda perhitungkan apabila Anda mendapatkan bonus ini tiap minggunya, berapa besar nilai passive income yang Anda dapatkan selanjutnya. Bonus pertama inilah yang selanjutnya saya gunakan untuk membeli komputer(meski tidak baru) untuk sarana Saya membangun jaringan bisnis saya ini. Sekarang saya sudah jarang pergi ke warnet,karena sudah punya sarana sendiri di rumah sehingga saya tetap bisa kumpul dengan keluarga sambil menjalankan bisnis vemma ini. Banyak orang mengatakan menjalankan bisnis vemma bisa membuat keuangan kita tekor, tetapi saya sudah membuktikannya bahwa bisnis vemma ini benar-benar dahsyat dan mantap. Gabungan antara MLM dan e-comerse di vemma inilah yang membuat ini semakin berkembang di dunia. Di Indonesia sendiri bisnis Vemma belum lama baru kurang lebih 1 1/2 tahun sehingga peluang bisnis ini sangat terbuka lebar. Dari sekian banyak bisnis online di internet atau bahkan bisnis offline sekalipun baru kali ini saya menemukan bisnis yang paling hebat. Meskipun namanya bisnis online tidak selamanya kita cuma promosi secara online tetapi bisa juga secara offline,asal kita bisa mempromosikannya yang penting prospek yang jadi target punya alamat email. Jadi tidak harus punya komputer pribadi atau laptop yang penting punya alamat email. Saya sudah menjalaninya tanpa harus punya komputer sendiri atau laptop. Baru nanti setelah dapat bonus silahkan Anda beli untuk membangun jaringan bisnis vemma ini agar berkembang lebih besar. Sebagaimana saya lakukan di awal-awal memasuki dunia internet marketing.
Sekarang saya sudah punya jaringan lebih dari 6000 orang, Saya akan memberikan seluruh jaringan saya kepada 10 orang pendaftar tiap minggunya,GRATIS. Sebagai profesional sebaiknya kita bisa bekerja sama.

Ada tips dari Saya apabila Anda ingin berbisnis online tanpa keluar modal besar,
Ikuti Langkah-langkah ini :
Langkah pertama Anda masuk link ini gajigratis.com.setelah punya jaringan 4 level, bonus bisa Anda gunakan untuk mengikuti link program5milyar.com, kemudian duplikasikan jaringan Anda, Cukup sampai level pertama, dan langkah yang terakhir duplikasikan lagi jaringan Anda di sini :
1. Vemma 2. Vemmabuilder.com
 Setelah itu nikmatilah hasil yang luar biasa dari bisnis online ini.

Salam,


Abdul Azis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar